Semoga mendapat manfaatnya
1. Menyambung rambut palsu
2. Bertatu, mencabut bulu wajah dan mengikir gigi
3. Keluar rumah dengan memakai minyak wangi
4. Memperlihatkan perhiasan(bersolek) di depan lelaki lain
5. Menolak panggilan suami untuk tidur bersama
6. Membuka rahsia hubungan suami isteri
7. Berpuasa sunat tanpa izin suami
8. Membelanjakan harta suami, tanpa izin suami
9. Derhaka kepada suami
10. Meminta cerai tanpa sebab yang jelas
11. Mengingkari kebaikan suami
12. Bersama lelaki lain yang bukan mahram
13. Memandang lelaki yang bukan mahramnya
14. Bersalaman dengan lelaki bukan mahram
15. Menyerupai lelaki
16. Membuka rahsia wanita lain kepada suami
17. Memandang aurat wanita lain
18. Keluar rumah tanpa ada keperluan
19. Masuk permandian awam
20. Mencakar-cakar tubuh ketika dapat musibah
21. Meratapi kematian
22. Berhias atas meninggalnya seseorang
23. Menghantar jenazah
24. Mempercayai dukun dan peramal
25. Menyumpah anak-anak sendiri
26. Tidak bertegur sapa dengan sesama muslim
27. Menganiaya pembantu
28. Mengganggu jiran
29. Minta cerai kerana suami sakit
30. Minta cerai kerana suami menikah lagi
Posted by Puteri Ayu
Minggu, September 06, 2009
Isteri Tidak Patut Melakukannya
Diposting oleh Muhamad Syaichu Hamid Di Minggu, September 06, 2009 0 komentar
Label: Renungan
Sabtu, September 05, 2009
ONTA ITU MENGADU KEPADA ROSULULLAH
dakwatuna.com – Suatu hari untuk suatu tujuan Rasulullah keluar rumah dengan menunggangi untanya. Abdullah bin Ja’far ikut membonceng di belakang. Ketika mereka sampai di pagar salah salah seorang kalangan Anshar, tiba-tiba terdengar lenguhan seekor unta.
Unta itu menjulurkan lehernya ke arah Rasulullah saw. Ia merintih. Air matanya jatuh berderai. Rasulullah saw. mendatanginya. Beliau mengusap belakang telinga unta itu. Unta itu pun tenang. Diam.
Kemudian dengan wajah penuh kemarahan, Rasulullah saw. bertanya, “Siapakah pemilik unta ini, siapakah pemilik unta ini?”
Pemiliknya pun bergegas datang. Ternyata, ia seorang pemuda Anshar.
“Itu adalah milikku, ya Rasulullah,” katanya.
Rasulullah saw. berkata, “Tidakkah engkau takut kepada Allah karena unta yang Allah peruntukkan kepadamu ini? Ketahuilah, ia telah mengadukan nasibnya kepadaku, bahwa engkau membuatnya kelaparan dan kelelahan.”
Subhanallah! Unta itu ternyata mengadu kepada Rasulullah saw. bahwa tuannya tidak memberinya makan yang cukup sementara tenaganya diperas habis dengan pekerjaan yang sangat berat. Kisah ini bersumber dari hadits nomor 2186 yang diriwayatkan Abu Dawud dalam Kitab Jihad.
Bagaimana jika yang mengadu adalah seorang pekerja yang gajinya tidak dibayar sehingga tidak bisa membeli makanan untuk keluarganya, sementara tenaganya sudah habis dipakai oleh orang yang mempekerjakannya? Pasti Rasulullah saw. lebih murka lagi.
Di kali yang lain, Abdullah bin Umar menceritakan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Seorang wanita disiksa karena menahan seekor kucing sehingga membuatnya mati kelaparan, wanita itupun masuk neraka.” Kemudian Allah berfirman –Allah Mahatahu—kepadanya, “Kamu tidak memberinya makan, tidak juga memberinya minum saat ia kamu pelihara; juga engkau tidak membiarkannya pergi agar ia dapat mencari makanan sendiri dari bumi ini.” (HR. Bukhari, kitab Masafah, hadits nomor 2192).
Yang ini cerita Amir Ar-Raam. Ia dan beberapa sahabat sedang bersama Rasulullah saw. “Tiba-tiba seorang lelaki mendatangi kami,” kata Amir Ar-Raam. Lelaki itu dengan kain di atas kepadanya dan di tangannya terdapat sesuatu yang ia genggam.
Lelaki itu berkata, “Ya Rasulullah, saya segera mendatangimu saat melihatmu. Ketika berjalan di bawah pepohonan yang rimbun, saya mendengar kicauan anak burung, saya segera mengambilnya dan meletakkannya di dalam pakaianku. Tiba-tiba induknya datang dan segera terbang berputar di atas kepalaku. Saya lalu menyingkap kain yang menutupi anak-anak burung itu, induknya segera mendatangi anak-anaknya di dalam pakaianku, sehingga mereka sekarang ada bersamaku.”
Rasulullah saw. berkata kepada lekaki itu, “Letakkan mereka.”
Kemudian anak-anak burung itu diletakan. Namun, induknya enggan meninggalkan anak-anaknya dan tetap menemani mereka.
“Apakah kalian heran menyaksikan kasih sayang induk burung itu terhadap anak-anaknya?” tanya Rasulullah saw. kepada para sahabat yang ada waktu itu.
“Benar, ya Rasulullah,” jawab para sahabat.
“Ketahuilah,” kata Rasulullah saw. “Demi Dzat yang mengutusku dengan kebenaran, sesungguhnya Allah lebih penyayang terhadap hamba-hamba-Nya melebihi induk burung itu kepada anak-anaknya.”
“Kembalikanlah burung-burung itu ke tempat di mana engkau menemukannya, bersama dengan induknya,” perintah Rasulullah. Lelaki yang menemukan burung itupun segera mengembalikan burung-burung itu ke tempat semula.
Begitulah Akhlak terhadap hewan yang diajarkan Rasulullah saw. Bahkan, membunuh hewan tanpa alasan yang hak, Rasulullah menggolongkan suatu kezhaliman. Kabar ini datang dari Abdullah bin Amr bin Ash, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang membunuh seekor burung tanpa hak, niscaya Allah akan menanyakannya pada hari Kiamat.”
Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah hak burung tersebut?”
Beliau menjawab, “Menyembelihnya, dan tidak mengambil lehernya lalu mematahkannya.” (HR. Ahmad, hadits nomor 6264)
Jika kepada hewan saja kita memenuhi hak-haknya, apalagi kepada manusia. Adakah hak-hak orang lain yang belum kita tunaikan?
Diposting oleh Muhamad Syaichu Hamid Di Sabtu, September 05, 2009 0 komentar
Label: Renungan
10 GOLONGAN YANG TIDAK MASUK SYURGA
bnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertobat. Mereka itu adalah al-qalla’, al-jayyuf, al-qattat, ad-daibub, ad-dayyus, shahibul arthabah, shahibul qubah, al-’utul, az-zanim, dan al-’aq li walidaih.
Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”
Beliau ditanya lagi, “Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadu domba.”
Beliau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “Dayyus adalah laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”
Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang besar.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang kecil.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-’utul itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain. Adapun al-’aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).”
Mu’adz bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan engkau tentang ayat ini: yauma yunfakhu fiish-shuuri fata’tuuna afwaajaa, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kalian datang berkelompok-kelompok?” (An-Naba’: 18)
“Wahai Mu’adz, engkau bertanya tentang sesuatu yang besar,” jawab Rasulullah saw. Kedua mata beliau yang mulia pun mencucurkan air mata. Beliau melanjutkan sabdanya.
“Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda-beda. Allah memisahkan mereka dari jama’ah kaum muslimin dan akan menampakkan bentuk rupa mereka (sesuai dengan amaliyahnya di dunia). Di antara mereka ada yang berwujud kera; ada yang berwujud babi; ada yang berjalan berjungkir-balik dengan muka terseret-seret; ada yang buta kedua matanya, ada yang tuli, bisu, lagi tidak tahu apa-apa; ada yang memamah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada dan mengalir nanah dari mulutnya sehingga jama’ah kaum muslimin merasa amat jijik terhadapnya; ada yang tangan dan kakinya dalam keadaan terpotong; ada yang disalib di atas batangan besi panas; ada yang aroma tubuhnya lebih busuk daripada bangkai; dan ada yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih.”
“Mereka yang berwajah kera adalah orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba di antara manusia. Yang berwujud babi adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan barang haram dan bekerja dengan cara yang haram, seperti cukai dan uang suap.”
“Yang berjalan jungkir-balik adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan riba. Yang buta adalah orang-orang yang ketika di dunia suka berbuat zhalim dalam memutuskan hukum. Yang tuli dan bisu adalah orang-orang yang ketika di dunia suka ujub (menyombongkan diri) dengan amalnya.”
“Yang memamah lidahnya adalah ulama dan pemberi fatwa yang ucapannya bertolak-belakang dengan amal perbuatannya. Yang terpotong tangan dan kakinya adalah orang-orang yang ketika di dunia suka menyakiti tetangganya.”
“Yang disalib di batangan besi panas adalah orang yang suka mengadukan orang lain kepada penguasa dengan pengaduan batil dan palsu. Yang tubuhnya berbau busuk melebihi bangkai adalah orang yang suka bersenang-senang dengan menuruti semua syahwat dan kemauan mereka tanpa mau menunaikan hak Allah yang ada pada harta mereka.”
“Adapun orang yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih adalah orang yang suka takabur dan membanggakan diri.” (HR. Qurthubi)
Saudaraku, adakah kita di antara 10 daftar yang dipaparkan Rasulullah saw. di atas? Bertobatlah, agar selamat!
Diposting oleh Muhamad Syaichu Hamid Di Sabtu, September 05, 2009 0 komentar
Label: Renungan
MENGAPA ALLAH TIDAK MENGIRIM BURUNG ABABIL
dakwatuna.com – Kisah melegenda sepanjang sejarah, yaitu ketika Muhammad saw lahir di muka bumi, ketika itu terjadi keajaiban yang luar biasa, Allah swt mengirim pasukan burung Ababil untuk menghancurkan Abrahah dan bala tentaranya yang sombong, memaksa penduduk bumi untuk berkiblat pada sesembahan mereka.
Realitas bangsa Arab ketika itu dalam kondisi terpuruk dan kritis, mereka tidak lagi peduli dengan pembelaan terhadap agama dan warisan para pendahulu mereka. Ketika itu Allah swt tidak lagi menyerahkan penjagaan rumah-Nya di tangan mereka kaum musyrikin. Sampai datanglah ketentuan Allah swt secara nyata, yaitu Allah swt mengirim burung Ababil untuk menghancurkan Abrahah layaknya dedaunan yang dimakan ulat, habis binasa.
Bahwa Allah swt dengan kekuasan-Nya berkehendak sesuai dengan kemauan-Nya sendiri adalah bagian dari keyakinan orang beriman, sebagaimana kehendak Allah swt menurunkan mukjizat dan keajaiban di banyak peperangan.
Para Malaikat atas intruksi Allah swt turun membantu tentara muslim. Sebagaimana cara Allah swt sendiri memilih burung Ababil sebagai penghancur raja lalim.
Campur tangan Allah swt terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman telah tetap dan pasti sebagaimana direkam dalam Al Qur’an, Sunnah, sirah dan ucapan para sahabat.
Namun, Bangsa Arab (ketika itu) tetap tidak mau beriman kepada Allah swt. meskipun mereka melihat dengan mata kepala sendiri mukjizat burung Ababil. Padaha, Mekah belum pernah tecatat dalam sejarah diserang sekelompok pasukan, atau belum terpikirkan sebelumnya bahwa Mekah akan diperangi, kecuali setelah peristiwa itu. Bahkan tidak ada yang mau menjajah Mekah karena kondisinya yang padang pasir, gersang dan tidak ada potensi kebaikan di sana. Allah menjaga rumah-Nya dengan cara-Nya sendiri, yang tidak terduga oleh akal manusia.
Sehingga sewajarnya bila bangsa Arab mengimani kenabian Muhammad saw., membenarkan ajaran yang dibawanya dan bersegera malaksanakannya. Namun mereka justeru mengingkari.
Sehingga, kalau pun ada mukjizat-mukjizat dalam bentuk lain, bangsa Arab tetap tidak akan mau beriman, mereka akan mencari-cari alasan dengan lebih menonjolkan kelebihan mereka. Atau kalau perlu mereka menafsirkan dengan cara-cara aneh, seperti kepercayaan bahwa jin memiliki kekuatan. Jin sendiri selalu memperdaya manusia dan berusaha untuk menjerumuskan mereka ke dalam kesesatan. Sebagaimana yang digambarkan dalam Al Qur’an:
”Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” Al Jin:6
Ternyata cerita tentang mistik atau klenik bertebaran dalam sejarah bangsa Arab tempo dulu. Ini bukan dongeng atau tahayyul belaka.
Seandainya bangsa Arab tidak melihat burung Ababil menghancurkan Abrahah dan bala tentaranya atas izin Allah swt., dengan kerikil panas dari neraka yang membara. Maka ketika ada seseorang menceritakan persitiwa itu kepada mereka, pasti mereka akan mengatakan Anda gila. Mereka akan mengejek, sebagimana mereka mengejek Muhammad, ketika beliau menceritakan bahwa dirinya telah isra’ dan mi’raj.
Karena itu Allah swt. perlu memperlihatkan kepada mereka peristiwa itu, sebagaimana Allah swt memperlihatkan jasad Fir’aun kepada kaumnya:
”Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami.” Yunus:92
Seandainya mereka tidak melihat jasad Fir’aun terapung di permukaan Laut Merah, pasti mereka akan mengatakan Fir’aun sedang mengasingkan diri untuk kemudian nantinya akan turun kembali dengan membawa misi penyelamatan atau klaim-klaim lain yang tidak masuk akal.
Allah swt. mengutus para Malaikat untuk menolong dan memenangkan para mujahidin yang mukhlis dalam setiap kesempatan dan tempat.
Pada suatu hari akan ada tentara Allah swt yang membebaskan Al Aqsha dari cengkraman Yahudi, sebagai bukti bahwa Allah swt menolong hamba-hamba-Nya dengan caranya sendiri:
”Dan tidak ada yang tahu tentara-tentara Tuhanmu, kecuali hanya Dia.”
Namun, bagaimana Al Aqsha akan terbebaskan jika umat dan pemimpinnya di bawah bayang-bayang penjajah?! Mereka dijajah orang-orang dzalim, sehingga menjadi wajib bagi masing-masing pribadi untuk membebaskan diri sendiri, kemudian masyarakat, pemerintah, bangsa serta umat secara keseluruhan dari dominasi penjajah Zionis Isra’il.
Ketika itu, tidak akan ada lagi orang Yahudi yang semena-mena di Palestina. Zionis Isra’il mestinya lebih lemah dan tak berdaya, ketika belenggu yang menghimpit umat ini lenyap. Yaitu belenggu perpecahan, permusuhan dan pengkhianatan di antara umat Islam sendiri. Ketika itu orang beriman berbahagia dengan pertolongan Allah:
”Mereka bertanya kepadamu: Kapan pertolongan Allah? Katakanlah: Pertolongan dan kemenangan akan segera datang.” Al Isra’:51
Adakah bangsa Arab, Pemimpin dunia Islam dan umat Islam di penjuru dunia memenuhi seruan Allah swt ini?! (it/ut)
Diposting oleh Muhamad Syaichu Hamid Di Sabtu, September 05, 2009 0 komentar
Label: Renungan
PERJUANGAN RAKYAT GAZA
Ahad malam Batalion Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas memberitakan bahwa mereka berhasil membunuh 11 serdadu Israel dan melukai 48 lainnya dalam waktu 24 jam saja sejak operasi darat Israel dimulai di Jalur Gaza.
Di antara korban yang tewas itu ada seorang komandan dengan pangkat kolonel yang sudah pernah terluka di perang Libanon dan ikut kembali perang baru di Jalur Gaza. Peristiwa itu terjadi ketika pertempuran sengit antara perlawanan Palestina dan serdadu Israel di sejumlah titik perbatasan.
Dalam live di TV Aljazeera, Muhammad Nazzal, anggota biro politik Hamas menegaskan bahwa dalam data lapangan yang dihimpun, jumlah serdadu Israel yang tewas dan luka-luka ada 60 pasukan. Rinciannya 11 serdadu terbunuh dan sekitar 48 luka-luka. Ditambah satu komandan satuan perang di regu 52 Ggolani
Nazzal juga memberikan apresiasi besar terhadap pidato Amir Qatar, Amir Hamd bin Khalifah dan menyebutnya sebagai kemajuan politik yang memuaskan.
Ia juga menilai bahwa pidato Amir Qatar itu merupakan kritik pedas terhadap pemimpin-pemimpin Arab yang tidak berdaya.
Nazzal berharap pidato itu akan menjadi langkah politik penting. Tidak adanya KTT dunia Arab dalam mereaksi peristiwa Gaza adalah titik hitam yang menegaskan bahwa Arab tidak memiliki tanggungjawab yang jelas.
Hamas tidak akan mengadakan genjatan senjata, kalau saja Israel tetap memerangi kami, blokade atas negeri kami tidak disudahi, dan pintu-pintu perbatasan tidak dibuka, tegas Nazzal. (infopalestina/ut)
Sayap militer gerakan Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam menegaskan para pejuanganya berhasil menyerbu sebuah rumah yang dijadikan tempat perlinduangan pasukan khusus Zionis Israel, Rabu (14/01). Para pejuang berhasil membunuh dan melukai sejumlah serdadua Israel. Aksi ini sempat direkam oleh para pejuang al Qassam.Dalam pernyataan yang diterima koresponden Infopalestina, Al-Qassam mengatakan, “Para mujahidin berhasil menyerbu sebuah rumah di daerah al Tawam, utara kota Gaza, Rabu (14/01) siang. Setelah mengamati pasukan khusus Israel, pejuang al-Qassam menyelundup ke daerah tersebut. Para mujahid al Qassam berhasil menembakan 10 roket RPG ke arah rumah tersebut. pertempuran terjadi dengan pasukan khusus Zionis Israel dan mengakibatkan sejumlah serdadu Israel tewas dan terluka.”
Al-Qassam menyatakan seorang pejuangnya gugur dalam aksi penyerbuan tersebut. Sisanya meninggalkan lokasi dengan selamat. Al-Qassam menegaskan bahwa aksi ini direkam dan akan dikirim ke media massa.
Al-Qassam menegaskan: “Ini adalah “PerangPpembeda” yang diusung oleh Brigade Izzuddin Al Qassam untuk menghadapi agresi Zionis Israel terhadap Jalur Gaza.” Pihaknya menyakinkan akan Perdana Menteri Palestina Ismael Haniyah menilai ancaman invasi militer Israel terhadap Gaza dan Gerakan Perlawanan Hamas hanya akan menguatkan perjuangan dan perlawanan terhadap penjajah.
Thahir Nunu, jubir pemerintah Palestina menegaskan bahwa gerakan Hamas bukan sekedar organisasi atau pemerintahan. Namun ia arus massa yang deras yang ada di setiap hati warga Palestina. Ia adalah arus perlawanan dan program ketegaran dalam memperjuangkan hak-hak Palestina.
Ia mengisyarakatkan bahwa apa saja kejahatan yang lakukan oleh Israel justru akan menambah Hamas semakin kuat dan akan mendapatkan dukung deras dari massa dan publik Palestina. Tidak ada kekuatan yang mengakhiri gagasan kebenaran yang diusung oleh Hamas.
Nunu menilai apa yang dilakukan Israel dengan mengancam dan membayang-bayangi Jalur Gaza dengan serangan dan invasi militer hanya propaganda. Sayangnya media massa terjebak dalam propaganda ini. Jika terjadi, serangan Israel ke Jalur Gaza hanya ingin menutupi kejahatan kemanusiaan yang dibuat oleh Israel sendiri.
Di sisi lain, serangan Israel ke Jalur Gaza beserta ancaman-ancaman sebelum invasi hanya ajang komoditas pemilu elit Israel. (infopalestina)
terus melanjutkana aksinya membela rakyat dan tanah Jalur Gaza. (infopalestina)
Penduduk Gaza Palestina menyelamatkan barang-barang mereka setelah serangan udara militer Israel
dakwatuna.com- Gaza: Selama lebih dari 41 tahun Palestina di bawah penjajahan Israel, korban kali ini yang terbanyak. Lebih dari 271 warga Palestina gugur sebagai syuhada dan 750 lainya luka-luka dalam serangan besar-besaran roket Israel Sabtu (27/12).
Lebih dari 200 pesawat tempur F 16 Israel meraung-rang di atas langit Gaza. Mereka melancarkan serangan besar-besaran, membunuh warga Palestina tak berdosa. Lebih dari 50 titik serangan Israel kemarin bergema di seluruh Gaza. Kondisi ini diperparah dengan terputusnya aliran listrik di Gaza akibat blockade serta habisnya obat-obatan di sejumlah rumah sakit, mengakibatkan jumlah korban yang jatuh lebih banyak.
Departemen kesehatan Palestina menyebutkan, lebih dari 271 warga meninggal dan 750 lainya luka-luka. 200 diantaranya luka parah. Mereka terdiri dari anak-anak dan wanita. Kemungkinan korban akan terus bertambah. Jumlahnya bisa mencapai 350 orang.
Direktur emergency Palestina, Muawiyah Husnain menyebutkan, saat ini ada sekitar 15 syuhada yang gugur yang belum diketahui identitasnya. Sementara itu ada sekitar 80 syahid lainya yang sudah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Gaza dan puluhan lainya masih tertimbn di bawah reruntuhan gedung yang roboh akibat serangan udara Israel.
Hingga tadi pagi (Ahad 28/12) pasukan udara Israel belum berhenti melakukan serangannya ke berbagai wilayah di Jalur Gaza. Yang paling mengkhawatirkan ungkap Husnain adalah menipisnya cadangan obat-obatan serta peralatan emergency serta minimnya alat-alat untuk pembedahan. Ia menghimbau Negara-negara Arab dan ikatan Dokter internasional untuk mengirimkan obat-obatan secepatnya ke Jalur Gaza.
Mayoritas korban umumnya sangat mengkhawatirkan. Tidak mungkin mereka ditransfer ke luar Gaza, kecuali jika kondisinya sudah mulai mendingan. Tim Emergency juga meminta dikirimkan helicopter agar penanganan korban lebih cepat. (infopalestina)
Setiap peristiwa, besar atau kecil skalanya, pasti ada hikmah dibaliknya, ada pelajaran, ada “Kemauan” Dzat Pengatur kehidupan, Allahu Rabbul Izzah. Setiap muslim hendaknya mencermati, mengambil pelajaran sekaligus dijadikan sebagai penguat dalam menjalani kehidupan. Peristiwa yang terjadi di Gaza juga demikian. Banyak ayat-ayat Allah terbukti. Banyak mukjizat Allah turun. Banyak keajaiban-keajaiban Allah terjadi. Itu yang dialami oleh pejuang Palestina, para syuhada Gaza. berikut data-datanya:Dr. Muawiyah Hassanein, Direktur Ambulan Darurat dan Departemen Kesehatan di Gaza menceritakan:
“Para syuhada yang meninggal berhari-hari dan berminggu-minggu masih menorehkan darah segar dari tubuhnya. Kami dan semua orang di sini sangat terkejut.”
Syahid ‘Iyan berkata: “Saya menyaksikan orang yang gugur syahid tersenyum, meskipun kondisi tubuhnya hancur, lagi juga darahnya masih segar.”
Seorang dokter yang bertugas di Gaza sedang menerima korban dari salah satu pasukan Al Qassam, ia terkena peluru di dadanya. Sang mujahid ini tidak lupa menaruh mushhaf Al Qur’an dan buku wirid harian di sakunya. Ia selamat karena peluru terpental dan Al Qur’an pun masih utuh. Sekarang ia sudah sembuh, wal hamdulillah.
Abu Qudamah, salah seorang komandan lapangan Hamas di wilayah Timur Az Zaitun, Kota Gaza bercerita:
“Saya dan beberapa pejuang sedang menunggu kesempatan untuk menyerang tank-tank Israel. Kami berdoa agar Allah menurunkan tentara-Nya dari langit membantu kami. Seketika tanpa ada pendahuluan turunlah awan tebal menyelimuti wilayah kami. Kami masuk di antara puluhan tank-tank itu tanpa diketahui oleh musuh dan tidak bisa dilacak oleh pesawat-pesawat pengintai yang lalu-lalang di udara. Kami mampu meledakkan tangki tank-tank itu, 5 tentara Israel tewas dan puluhan luka-luka.”
Ketika pesawat-pesawat Israel membombardir di salah satu kota Gaza, turunlah hujan lebat di wilayah itu saja, tidak dilainnya, yang menyebabkan pesawat-pesawat itu mengalami kendala terbang berjam-jam dan tidak bisa melanjutkan pembombardirannya.
Dua orang dokter berkebangsaan Yordania bertugas di Gaza sedang bercakap dengan sekelompok mujahidin:
“Kami sedang mengawasi gerak-gerik tentara Israel dari lantai dua, mereka ingin masuk ke dalam. Karena salah seorang mujahidin dari kami telah memasang ranjau di pintu masuk, meledakkalah ranjau itu bersamaan tewasnya tentara Israel. Mendengar serangan itu, tentara Israel yang lain mengepung bangunan kami, terjadilah pertempuran sengit sampai jam dua pagi. Jam dua kami ketiduran sampai jam lima pagi. Kami bangun untuk melihat situasi, ternyata tentara Israel telah hengkang.”
Syaikh Abu Bilal di perkemahan Rafah berkata:
“Kamu jangan mengira bahwa orang yang gugur di jalan Allah itu mati, mereka bahkan hidup, tapi kamu tidak mengetahui.” Al Baqarah:154. Mereka para syuhada diposisikan setelah derajat orang-orang yang benar imannya dan sebelum orang-orang shaleh di dalam Al Qur’an. Allah swt. berfirman:
“Barangsiapa menta’ati Allah, dan Rasul, mereka bersama orang-orang yang Allah beri nikmat kepada mereka, di antara mereka para nabi-nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Merekalah sebaik-baik teman.” An Nisa’:69-70. Beliau menambahkan bahwa “Jasad para syuhada masih segar, karena ruh mereka layaknya memakan buah di syurga, ini juga yang menyebabkan semerbaknya bau wangi misk. Darah masih segar, janggut tumbuh. Sebagian syuhada yang dua tahun lamanya, atau berpuluh tahun bahkan beradab-abad tidak rusak jasadnya dan tidak dimakan oleh mikrobat dan cacing tanah.”
Wangi semerbak minyak kesturi juga keluar dari jasad prajurit Al Qassam, Muhammad Abu Sya’r. Dia termasuk bagian korban serangan bom pesawat Israel. Bau harum itu tercium oleh orang yang menemukannya, kabar kesyahidannya tersebar ke pelosok masjid. Para pemuda masjid berbondong melihatnya. Mereka bertahmid, bertahlil dan bertakbir mengangungkan Asma Allah atas keajaiban para syuhada.
Tenaga medis menceritakan, kami berangkat untuk menolong orang yang luka-luka di sebelah Utara Gaza, ketika itu tentara Israel menembaki sekeliling kaki kami. Kami katakan: “Kenapa kalian melakukan ini, kami bukan tentara, kami tidak bawa senjata apalagi bom.” Salah seorang tentara Israel berteriak: “Kalian orang Arab, kalian memakai pakaian putih, kalian malaikat, kalian berperang bersama Hamas.”
Salah seorang tentara Israel sedang diwawancarai oleh media Israel, ia mengatakan kehilangan penglihatannya gara-gara melihat seorang pemuda yang memakai baju putih, melemparinya dengan segenggam debu, seketika itu saya buta.
Tentara yang lain menceritakan, bahwa pejuang perlawanan memancing mereka dalam banyak pertempuran laksana memancing ayam dan itik.
Pengakuan tentara Israel yang lain, ia melihat banyak tentara Israel terluka dan ditembaki dari arah kanan dan kiri, namun tidak ditemukan dan tidak diketahui dari mana tembakan itu berasal.
Sejumlah wartawan yang meliput perang di Gaza menceritakan, kami bersembunyi dari bombardir. Ketika situasi reda, kami dikejutkan oleh seorang yang keluar dari puing-puing reruntuhan bangunan sembari membawa roket, ia salah satu mujahidin pelontar roket yang menghadang kekuatan penjajah. Ia hadir dan menyelinap sekejap, laksana ditelan bumi.
Diposting oleh Muhamad Syaichu Hamid Di Sabtu, September 05, 2009 0 komentar
Label: Renungan
GAZA MERINTIH, DI MANA SISI KEMANUSIAAN
Pagi hari ini, saya mendapatkan SMS yang berbunyi, “Saudaraku, bangun, berwudlu dan segera shalatlah setelah membaca SMS ini, karena informasi dari seorang mujahid Palestina masuk jam 01.57 WIB, yang berbunyi; “Sekarang seluruh Gaza mati lampu total dan sirene tanda bahaya berbunyi tanda serangan, HAMAS di Palestina memohon do’a dari kita. Tolong sebarkan SMS ini.” Sumber SMS ini berasal dari seorang ustadz kondang yang sangat peduli dengan masalah dunia Islam, terutama Palestina.
Itulah yang sedang dialami saudara-saudara kita di Gaza. Proses pembunuhan massal yang sangat mengenaskan. Tidak hanya pembunuhan orang-perorang, namun pembunuhan sebuah Bangsa, bernama Palestina. Bayi tak berdosa, anak-anak yang menderita, kaum perempuan yang nestapa, orang tua yang tak berdaya. Di manakah sisi kemanusiaan itu, wahai umat manusia?
Gerakan Perlawanan Islam Hamas meminta negara-negara Arab dan Islam, khususnya Mesir, untuk menghentikan blokade yang diterapkan kepada Jalur Gaza. Isolasi ini mengancam kehidupan ratusan orang sakit setelah terputusnya bahan bakar dan terjadinya tragedi kemanusiaan, “Tak ada alasan bagi siapapun,” tegas Hamas.
“Hari ini pihak Zionis ‘Israel’ meningkatkan ancaman dan blokadenya kepada Gaza hingga mengancam akan terjadinya tragedi kemanusiaan. Terlebih-lebih bahan bakar akan habis dan pasokan listrik di Gaza juga akan habis dalam beberapa jam lagi. Sementara Zionis ‘Israel’ mengancam akan menghancurkan infrastruktur Palestina, mengancam akan membunuh para pemimpin politik Palestina, mengancam akan menghancurkan kantor, lembaga dan departemen yang ada. Mereka mengira, dengan cara itu, bisa mematahkan semangat juang bangsa Palestina lalu tunduk kepada penjajah dan mengangkat bendera putih untuk menyerah,” kata Hamas yakin.
Dr. Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas, dalam konferensi pers kemarin malam, Ahad (20/1) menanggapi pemutusan listrik secara total di Jalur Gaza, mengatakan bahwa blokade atau embargo ini bertujuan untuk menjadikan bangsa Palestina tunduk dan meninggalkan komitmen perjuangannya, “Konspirasi untuk menundukkan Gaza tidak akan berhasil, walau luka dan derita kami alami, kami akan katakan kepada semua orang, kami tidak akan mengangkat bendera putih dan tidak akan menyerah,” demikian tegas Abu Zuhri.
“Enyahlah hai musuh bersama konspirasinya, yang ingin menjerumuskan bangsa Palestina dalam perang saudara. Semua ancaman, baik yang datang dari dalam maupun luar, tak akan membuat kami takut. Kami akan terus melangkah meniti janji Allah ta’ala yang pasti. Slogan kami di periode ini adalah sabar dan terus sabar. Tempat bergantung kami hanyalah kepada Allah ta’ala semata, walaupun pasokan listrik, air dan bahan bakar distop, tapi Allah ta’ala akan menggantikannya dengan yang lebih baik dan banyak. Walau musuh terus membunuh para pejuang dan pahlawan kami, tak akan membuat kami putus berpegang pada janji Allah yang pasti,” tambah pernyataan Hamas yakin.
Abu Zuhri menjelaskan bahwa apa yang tengah terjadi ini sebagai “Pembunuhan perlahan, bukan hanya kepada satu orang tapi kepada bangsa seluruhnya.” “Keputusan mati yang dikeluarkan pihak penjajah Zionis ‘Israel’ kepada Jalur Gaza akan membuat bangsa kami menghadapi pembunuhan perlahan melalui isolasi yang ditingkatkan dan menghentikan suplai listrik. Sehingga Gaza tanpa obat-obatan, makanan dan listrik,” imbuh Abu Zuhri.
Juru bicara Hamas ini meminta pertanggungjawaban kepada pemimpin Amerika yang menyebabkan semua ini. Ia mengisyaratkan bahwa Presiden Bush yang memberikan lampu hijau kepada penjajah Zionis ‘Israel’ untuk meningkatkan serangannya ke Gaza setelah kunjungannya ke kawasan.
Hamas menyampaikan keheranannya atas sikap membisu dari negara-negara Arab dan Islam atas semua kejahatan ini, “Apa yang Anda tunggu, kami diblokade Anda diam, kami dibunuh Anda tak bergerak, sampai kapan kebisuan ini. Tidakkah aksi pembunuhan dan pembantaian ini menggerakkan hati nurani Anda? Tapi kami tetap berharap agar Anda bisa bergerak, wahai umat Islam bergeraklah tak ada lagi alasan untuk membiarkan kami terus diisolasi?” tanya Hamas keheranan.
“Mana partai politik, mana gerakan Islam, nasionalis, sosialis? Mana mereka yang masih mengaku punya harga diri di seluruh dunia? Bagaimana Anda membuktikan bahwa Anda bersama saudara-saudara Anda di Palestina? Mana aksi-aksi solidaritas Anda, mana aksi-aksi di jalan Anda yang ingin mendukung perjuangan rakyat Palestina, yang ingin menghentikan aksi pembantaian kepada anak-anak, orang tua dan wanita?” kata Hamas kembali mempertanyakan peran dunia Islam dan Arab atas pembantaian di Gaza.
Abu Zuhri meminta umat Islam dan Arab untuk bergerak melalui aksi unjuk rasa dan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan agar bisa menekan pemerintah masing-masing negara untuk mengambil peran dalam menghentikan blokade jahat ini. “Kami mengajak para ulama untuk mengerahkan upaya dan daya menekan pemerintahannya agar bisa mengangkat blokade dan membuka perlintasan Rafah yang ditutup karena ada intruksi dari Amerika dan Zionis ‘Israel.” demikian pinta Abu Zuhri kepada umat Islam.
Wahai umat manusia, wahai umat Islam! Apa yang kalian tunggu? Saatnya solidaritas kemanusian mengetuk hati nurani paling dalam dan sisi kemanusiaan siapa saja. Apapun latar belakang agama dan bahasa kita. ”Sungguh Allah akan menolong hamba-hamba-Nya yang menolong agama dan kehormatan tanah sucinya.” Allahu Akbar Walillahil Hamd. (Infopalestina)
Diposting oleh Muhamad Syaichu Hamid Di Sabtu, September 05, 2009 0 komentar
Label: Renungan
JANGAN BERSEDIH
Ketika suasana dunia dengan beragam problematikanya terasa menyempitkan dada orang beriman, ketika itu hendaknya ia meyakinkan dirinya bahwa ia sedang menuju Allah swt dengan tulus ikhlas. Yakinlah ketika itu suasana akan berubah menjadi gembira, tenang dan percaya akan adanya pertolongan Allah swt. Inilah sunnatullah yang tidak akan pernah berubah dan tidak akan pernah tergantikan.
Ikhlaskan Hidupmu
Kita sudah sangat berpengalaman bahwa faktor pertolongan dan kemenangan itu datang dari dalam diri orang beriman, ketika ia merasa benar-benar ikhlas, ketika itu Allah swt akan campur tangan dengan menurunkan pertolongan, memberikan keberkahan dan kemenangan.
“Hai orang-orang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Muhammad:7)
Sungguh, pertolongan hanya datang dari Allah swt, karena itu hendaknya ma’iyatullah atau merasa bersama Allah swt selalu bersemayam dalam hati, jiwa dan lisan bahkan dalam setiap perbuatan.
Kisah Nabiyullah Musa as membuktikan itu. Ketika ia dengan pengikutnya dikejar-kejar Fir’aun dan bala tentaranya. Pengikutnya bergumam seakan putus asa:“Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul” (Asy-Syu’ara:61)
Nabi Musa dengan sepenuh keyakinan menjawab, “Sekali-kali tidak akan tersusul, Sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku” (Asy-Syu’ara’:62)
Sikap ma’iyyatullah, merasa ditolong Allah, tenang dan yakin akan campur tangan Allah swt berbuah kemenangan dan kegembiraan.
“Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.” (Asy-Syu’ara’:63)
Tak terbayang dalam benak Nabi Musa ketika itu, apa bentuk pertolongan Allah swt. Bahkan kita tidak bisa menebak bentuk pertolongan Allah swt itu, selain adanya informasi dari Al Qur’an, bahwa dengan izin Allah swt laut terbelah yang dengannya Musa selamat, subhanallah.
Pertolongan ini jualah yang Allah swt turunkan pada Nabi Muhammad saw. Sejarah hijrah dari Makkah ke Madinah telah menjadi buktinya. Allah swt berfirman: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya.” (At-Taubah:40)
Nabi Muhammad saw ketika itu terusir dari kampung halamannya, semua ia tinggalkan tanpa terkecuali, ia keluar hanya karena Allah dan untuk Allah swt. “(yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua.” (At-Taubah:40)
Ia keluar sepenuh cinta, ikhlas, dan tsiqah atau yakin dengan Penciptnya. Itu terlihat dari perkataan beliau kepada sahabatnya Abu Bakar yang menemaninya, “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (At-Taubah:40)
Jargon Hijrah
Subhanallah, di tengah himpitan hidup, kejaran musuh, intaian pedang lawan, Rasulullah saw tetap tenang, ikhlas dan yakin akan pertolongan Allah swt.
Apa yang terjadi setelahnya? Tak terduga, Allah swt menyelamatkan keduanya hanya dengan seekor laba-laba yang sangat lemah dan seekor burung yang bertelur di sangkarnya di mulut gua. Allahu Akbar walillahil hamd.
Inilah syi’ar atau jargon Rasulullah saw di awal hijrahnya: “Jangan bersedih, Allah bersama kita”.
Siapa pun yang merasa bersama Allah swt dengan sebenar-benar keyakinan, ia tidak akan sedih. Untuk apa ia bersedih? Untuk kehidupan, yang Allah swt pengaturnya? Untuk dakwah, yang Allah swt sendiri pemilik dan penolongnya? atau ia bersedih karena dirinya sendiri ? Atau terhadap pengikut-pengikut setan yang Allah swt pasti menghinakannya dan mengadzabnya di dunia dan di akhirat? “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.”
Katakan kepada setiap mukmin: “Angkat muka Anda, yakinlah di jalan Anda, jalan kebenaran, karena Allah bersama Anda. Bisikkan kepada setiap muslim: “Buka lebar-lebar telinga Anda, “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta Anda.”
Inilah jargon setiap mukmin yang menapaki jalan menuju Allah swt., apapun tantangan yang menghadang, jangan bersedih! Apapun kendala merintang. Berlalulah dan jangan gubris. Sabarlah terhadap apa yang menimpamu, karena tujuan masih jauh, yaitu surga penuh kenikmatan menanti.
Dengarlah ayat-ayat Allah swt. “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah:111)
Kriteria Pemenang
Agar kita senantiasa memiliki perilaku ikhlas dan keyakinan akan datangnya pertolongan Allah swt, hendaknya kita memiliki kreteria sebagaimana yang Allah swt firmankan:
“Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.” (At-Taubah:112)
Pertama, Atta’ibun: senantiasa memperbaharui taubat, karena setiap bani Adam pasti salah, dan sebaik-baik orang yang salah adalah orang yang segera beristighfar dan bertaubat.
Kedua, Al’abidun: senantiasa mengabdi kepada Allah swt. Duhai, sejauh mana kita mengabdikan diri kepada-Nya ? Hanya di saat gembira saja, di kala sedih, atau di setiap situasi dan kondisi?
Ketiga, Alhamidun: kondisikan hati untuk senantiasa senang ketika Allah swt memanggil dan menyeru dengan perintah dan larangan. Segeralah menuju Allah swt dengan bersyukur dan suka cita.
Keempat, Assa’ihun: hendaknya senantiasa siap siaga untuk berjihad menegakkan keadilan, menyemai kebahagiaan dan menebar rasa aman di tengah-tengan masyarakat. Tak lupa berjihad mengendalikan hawa nafsu dengan melaksanakan shaum.
Kelima, Arraki’un Assajidun: Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang senantiasa ruku’ dan sujud secara berjama’ah. Ya Allah, jangan halangi kami untuk itu karena sakit atau malas.
Keenam, Al Aamiruna bil ma’ruf wannahuna ’anil munkar: menegakkan yang baik dan melarang yang buruk. Duhai indahnya kedua hal ini bisa dilaksanakan dengan seimbang.
Ketujuh, Alhafidhuna lihududillah: menjaga dan menerapkan hukum-hukum Allah swt, karena tiada satu pun hukum dan perintah Allah swt yang tidak layak diterapkan dan dijalankan dan karena itu membawa manfaat dan jauh dari madharat.
Ketika ketujuh hal di atas dijalankan dengan baik, maka layaklah kita mendapatkan kabar gembira dari Allah swt ”wabasy syiril mukminin”.
Sungguh, ketika rasa takut lenyap dari hati, tatkala rasa sedih menghilang dari jiwa, ketika itu kita merasakan ma’iyyatullah atau bersama Allah swt dan karenanya kita akan mendapatkan pertolongan dan kemenangan dari-Nya.
Inilah hijrah yang sebenarnya, hijrah yang mengantarkan kita kepada percepatan pertolongan Allah swt.
Marhaban, ayolah kita semua, siapapun kita tanpa terkecuali bertaubat, diiringi dengan keseriusan pengabdian kepada Allah swt, yang akan mengikis noda kelam dalam hati secara berangsur. Bangun lisan dengan memperbanyak memuji dan bersyukur. Bantu anggota badan untuk menapaki dakwah ilallah dan perjuangan menegakkan syariat-Nya. Hendaknya kita menjadi ”Qur’an” yang berjalan di muka bumi. Ketika itu, kita akan mendengar lirih suara batu dan pohon memanggil: ”Wahai Muslim, wahai Abdullah, di belakangku ada musuh Allah, perangilah!” sebagaimana yang dijanjikan Rasulullah saw. Dan pertolongan Allah itu dekat. Kemenangan itu di depan mata. Allahu ’alam.
Diposting oleh Muhamad Syaichu Hamid Di Sabtu, September 05, 2009 0 komentar
Label: Renungan
